Ini 6 ciri ciri pelumas palsu yang pelu kamu ketahui

Tidak hanya perangkat elektronik atau software saja yang palsu, sparepart motor juga ada yang palsu. Nah, Beberapa bulan yang lalu, muncul berita heboh di TV ON* terkait beredarnya sparepart sepeda motor palsu yang bahkan sampai masuk ke bengkel resmi. Tentunya, sparepart tersebut mempunyai kualitas ala kadarnya. Salah satunya adalah soal pelumas. Banyak oknum nakal dan tidak bertanggung jawab yang meracik pelumas atau oli palsu dengan memanfaatkan kemasan bekas. 


Ciri ciri oli atau pelumas palsu
Picture from yourmechanic.com
Meningat fungsi oli sangatlah vital untuk 'organ dalam' kendaraan bermotor, kita perlu mewaspadai beredarnya barang palsu tersebut. Namun jangan khawatir, pasti ada yang membedakan dengan yang asli. Berikut adalah beberapa karakteristik oli palsu yang bisa kamu gunakan untuk membedakan mana yang asli dan mana yang palsu alias kw. Berikut adalah 6 ciri ciri pelumas palsu yang wajib diwaspadai.

1. Perhatikan label kemasan
Salah satu tips yang paling gampang dengan hasil yang cukup akurat adalah dengan cara mencermati kemasan oli yang hendak kamu beli. Label pada kemasan oli asli hasilnya sangatlah rapi, karena pabrikan oli pasti menggunakan teknologi percetakan berkualitas. Sedangkan pelumas palsu label pada kemasan terlihat kurang rapi atau nampak cacat karena menggunakan teknik cetak asal-asalan atau hasil mendaur ulang dari kemasan bekas.  Ada sebagian produsen yang menggunakan pencetakan hologramic logo dan juga ada kode tertentu untuk mengindikasikan bahwa oli tersebut benar-benar asli.

2. Cium aroma oli dan perhatikan warnanya
Berhubung memiliki kualitas yang sangat rendah, oli palsu mempunyai warna yang cenderung keruh dan bau yang busuk yang menyengat. Sedangkan oli asli mempunyai warna yang terlihat jernih dan bau yang khas. Beberapa merek oli seperti Enduro Racing 4T dari pertamina mempunyai bau yang harum seperti permen karet.

3. Tingkat kekentalan tidak sesuai dengan kemasan
Ini yang sangat perlu diwaspadai mengingat kita perlu menggunakan oli untuk kendaraan bermotor dengan tingkat kekentalan atau viskositas sesuai. Biasanya oli palsu viskositasnya tidak sesuai dengan apa yang ada dikemasan. Misalnya oli Castrol Power 1 dengan kekentalan 10w-40 yang berarti oli tersebut cenderung encer, namun jika palsu bisa lebih encer lagi seperti air atau bahkan cenderung lebih kental seperti kecap. Hal ini dikarenakan oknum pembuat oli palsu tidak memperhatikan hal itu. Mereka hanya mementingkan keuntungan.

4. Cermati nomor identifikasi pada tutup kemasan
Produsen pelumas menempatkan nomer identifikasi yang sama namun ditempat yang berbeda. Yang satu berada di tutup botol, yang satu lagi beradai di bodi atau mulut botol. Jika terlihat tidak sesuai, anda perlu menggunakan oli tersebut untuk melumasi engsel pintu, gerbang, atau untuk melumasi rantai sepeda pancal :D

5. Perhatikan bagian botol/kemasan
Pabrikan yang telah mempunyai sertifikasi pastinya membuat kemasan dengan memperhatikan kualitasnya supaya lulus uji dan siap untuk diedarkan. Sedangkan oknum pembuat oli palsu biasanya hanya memanfaatkan kemasan bekas yang sudah nampak kusam dan 'tepos'. Bahkan, mereka mungkin juga membuat kemasan sendiri dengan bahan tidak berkualitas yang bisa mempengaruhui kualitas oli.

6. Perhatikan segel tutup kemasan
Seperti halnya perusahaan minuman seperti Aqua, Cleo, dan sebagainya, produsen pelumas juga menggunakan segel tutup kemasan produk mereka. Jika tutup botol sudah dibuka, otomatis segel akan rusak. Jadi, bila anda kedapatan membeli pelumas dengan tutup botol yang tidak disertai segel, hal itu bisa mengindikasikan bahwa oli yang anda beli adalah palsu.

Baca juga: Oli mobil untuk motor, amankah?

Nah,, melihat statement diatas, untuk menghindari oli palsu, anda perlu membelinya dibengkel terpercaya atau digerai resmi pabrikan oli. Untuk Fastron series, anda bisa langsung membelinya di SPBU Pertamina. Untuk oli MPX, SPX, serta Yamalube, belilah dibengkel resmi Honda dan Yamaha. 


EmoticonEmoticon