Ketahuilah modifikasi yang melanggar dan tidak melanggar peraturan

Beberapa tahun yang lalu, para pecinta modifikasi dihebohkan dengan denda terkait modifikasi kendaraan bermotor khususnya roda 2. Tidak tanggung-tanggung, denda tersebut senilai 24 Juta rupiah yang bisa digunakan untuk meminang Yamaha Vixion atau Honda CB150R :D atau untuk DP mobil.


Modifikasi yang melanggar dan tidak melanggar peraturan
Yamaha R25 Scrambler garapan bengkel 32 Custom Jakarta.

Beredarnya berita heboh tersebut banyak mengandung pro dan kontra. Kelompok yang pro adalah masyarakat yang menganggap modifikasi itu tidak berfaedah atau tidak ada manfaatnya, sedangkan yang tidak setuju adalah mereka para pecinta modifikasi dari berbagai aliran seperti tahilook, scrambler, cafe racer, adventure, dan lain-lain.

Sebenarnya aturan tersebut sudah ada sejak awal 2010 lalu. UU yang mengatur tentang peraturan lalu lintas adalah Undang-Undang Lalu lintas & Angkutan Jalan (UU llAJ) No. 22 Tahun 2009. Hanya saja, berita baru beredar beberapa tahun yang lalu. Baca tuh, biar kalo ketilang bisa menang dan kalo ente memang salah nggak nyalahin polisi.

Nah, pada dasarnya modifikasi itu hukumnya mubah alias boleh-boleh saja selama kendaraan sesuai dengan dokumen (STNK & BPKB), tidak membahayakan dan tidak menganggu kenyamanan orang lain.

Undang-undang yang menyebutkan denda 24 Juta rupiah adalah Pasal 277 UU No. 22 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa setiap orang yang memasukkan Kendaraan Bermotor, Kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperaikan di dalam negeri yang tdak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dipidana paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,-

Meskipun disebutkan nominal denda yang besar, namun pihak kepolisian juga membolehkan modifikasi asal kendaraan sesuai dokumen dan tidak membahayakan orang lain. Yang dimaksud tidak membahayakan diri sendiri dan pengendara lain antara lain:

  1. Dua buah spion terpasang pada tempatnya dan berfungsi dengan baik.
  2. Lampu penunjuk arah (sein) yang berfungsi semestinya dan berwarna kuning.
  3. Lampu Rem berwarna merah dan lampu utama berwarna putih atau kuning yang tidak menyilaukan.
  4. Ukuran ban depan atau belakang sesuai standar atau lebih besar.
  5. Menggunakan knalpot bawaan pabrik atau knalpot aftermarket yang street legal dan ada izin SNI, tidak terlalu bising, & emisi gas buang yang sesuai dengan Euro 3, seperti Akrapovic atau R9 yang disertai DB Killer.
  6. Sistem pengereman yang bekerja dengan baik
  7. Tidak mengubah mesin & rangka. (Jika dilakukan perubahan wajib melakukan uji tipe ke dinas perhubungan).
  8. Terpasang plat nomor dari korlantas polri depan belakang.
  9. Terdapat alat pemantul cahaya.
  10. Terdapat alat penunjuk kecepatan (speedometer) yang bekerja sebagaimana mestinya.
Jika modifikasi yang anda lakukan memenuhi 10 syarat diatas, anda tidak perlu takut dengan denda 24 Juta rupiah.

Memang sih, modifikasi adalah ekspresi jati diri dan hobi, tapi jangan lupakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Pihak kepolisian membuat peraturan bukan untuk menakut-nakuti anda, tetapi demi menekan jumlah laka lantas dan menyelamatkan kita dari laka lantas. Coba bayangkan jika tidak ada peraturan diatas, penggunaan motor tanpa spion, tanpa lampu, ban cacing akan semakin marak dan korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia akan bertambah dan Indonesia menjadi negara dengan laka lantas tertinggi didunia.

Modifikasi itu sewajarnya lah, gausah terlalu ekstrim dan membahayakan.
Anda bisa memodifikasi dengan cara menambah variasi yang bermanfaat seperti pro guard, wind shield, atau frame slider. Atau dengan cara mengganti suspensi bawaan teleskopik menjadi suspensi yang lebih gahar dan moge-look yaitu suspensi up side down. Anda juga bisa mengganti swing-arm bawaan dengan swing-arm model banana yang lebih keren.
Jika ingin tarikan motor menjadi lebih ringan tanpa mengurangi aspek keamanan, anda bisa menggunakan velg jari-jari namun dengan ukuran ban sesuai bawaan atau lebih besar. 

Stang variasi, footstep underbone, atau variasi lainnya yang tidak membahayakan, hal itu boleh-boleh saja. Modifikasi seperti mengubah sistem injeksi menjadi karburator supaya lebih mudah dirawat juga tidak masalah.

Beda lagi jika modifikasi yang anda ketahui itu cuma mengganti dengan ban cacing, motor protol, knalpot brong abal-abal, dan spion dilepas.. wahh itumah udah alayyy. Kreatif boleh, tapi tetap patuhi peraturan lalu lintas yahhh... Jika modifikasi anda ngawur, kalau ketilang jangan menyalahkan polisi. Tidak semua polisi itu suka malak. Masih ada kok polisi yang bekerja sebagaimana mestinya.

Kecuali jika anda mengikuti kontes modifikasi atau kompetisi balap resmi, anda boleh memodifikasi sesuka hati anda, tapi jangan digunakan di jalanan umum!


EmoticonEmoticon