KTM sukses kembangkan mesin 2 tak injeksi yang lolos emisi gas buang Euro 4

Indonesia merupakan negara dengan peminat mesin dua tak yang cukup tinggi karena ledakan tenaga yang dahsyat namun dengan dimensi yang ringkas dan bobot yang ringan. Tidak heran mengapa banyak yang rela merogoh kocek lebih untuk mendapatkan motor 2 tak seperti RX King atau Ninja 150. Namun, adanya regulasi emisi gas buang Euro 3 membuat berbagai motor 2 stroke di Indonesia harus disuntik mati secara paksa. Dunia memang kejam. Meskipun begitu, adanya standarisasi emisi gas buang Euro 3 juga berdampak positif pada lingkungan.


KTM sukses kembangkan mesin 2 tak injeksi yang lolos emisi gas buang Euro 4
Gambar dari cak iwanbanaran.com
Selain karena ledakan power yang lebih dahsyat daripada motor 4 tak dengan volume silinder yang sama, motor 2 langkah juga sangat mudah dan murah dalam hal perawatan karena part mesin pada motor 2 stroke cenderung lebih sedikit daripada mesin 4 stroke.

Lalu apa jadinya jika motor 2 tak disandingkan dengan teknologi fuel injection yang tidak hanya lolos regulasi Euro 3, bahkan lolos Euro 4. Hal itu membuat motor lebih irit, lebih ramah lingkungan, namun tetap mempunyai tenaga diatas motor 4 tak serta bobot yang juga lebih ringan. Melihat banyaknya peminat motor 2 tak, bahkan Valentino Rossi menyebut motoGP era 500cc 2 tak lebih 'menyenangkan' daripada yang sekarang, membuat pabrikan otomotif asal Austria, KTM ingin meluncurkan motor 2 tak yang street legal.

Motor bergenre trail bermesin 2 tak dari KTM akan menjadi andalan pabrikan asal Austria tersebut. Yang menarik, KTM 2 tak injeksi yang akan diluncurkan akan diberi nama Transfer Port Injection (TPI). Apa itu TPI? Apakah sama seperti SuperKipsnya Ninja 150?
Ini penjelasan menurut petinggi KTM yang menjabar sebagai KTM Product Marketing Manager, Joachim Sauer: 

TPI membuat usernya tidak perlu menambahkan oli samping pada BBM secara manual. Memang ini bukan hal baru, karena teknologi yang hampir sama juga diterapkan oleh pabrikan untuk motor 2 taknya di era 90an sampai 2000an. Tapi kelebihan teknologi TPI mempunyai kelebihan yang lebih fenomenal… TPI sanggup menyemprotkan BBM secara presisi begitu sensor di port exhaust menutup, sehingga tidak ada yang hal yang membuat BBM terbakar sia-sia.

Hal itu membuat konsumsi bahan bakar jauh lebih irit daripada motor 2 tak pada umumnya. Dan uniknya lagi, pabrikan asal Austria ini juga mengklaim teknologinya tersebut bahkan sesuai dengan aturan emisi gas buang Euro 4 yang lebih ramah lingkungan daripada regulasi Euro 3. 


"Ini merupakan perkembangan yang sangat menarik untuk KTM. Mesin 2-stroke dengan injeksi bahan bakar, Ada dua pengujian ekstensif dan Pertimbangan Penelitian dan Pengembangan oleh tim, dan ini adalah teknologi pertama di dunia,  Kita tentu berharap untuk meluncurkan  KTM 250 EXC, KTM 300 EXC dengan mesin TPI  Mei 2018," ucap Joachim Sauer, sebagaimana dilansir Morebikes.

JIka Motor Trail 2 tak terbaru KTM benar-benar diminati, maka tidak heran. Karena selain mempunyai tenaga yang besar, lebih irit BBM, lebih ramah lingkungan, serta bobot yang ringan membuat motor ini mempunyai Power to Weight Ratio yang baik. Sehingga untuk 'meladeni' medan berat, pengguna bisa melakukannya dengan mudah karena selain tenaga yang besar, motor ini juga lebih mudah dikendalikan karena bobotnya yang ringan.

Untuk harga serta spesifikasi mendetail, nampaknya masih dirahasiakan oleh pihak KTM Austria. Jadi, menarik untuk kita tunggu.


EmoticonEmoticon