Bolehkah menggunakan oli mobil untuk motor kopling atau matic?

Oli adalah sebuah benda cair yang memiliki peran sangat penting untuk pengoperasian sebuah mesin karena fungsi utama oli adalah untuk melumasi komponen yang bergerak ribuan kali/menit dalam sebuah mesin. 


Oli mobil atau diesel untuk motor, bolehkah?
gambar dari modifikasi.com
Bayangkan jika mesin menyala tanpa pelumas di putaran yang tidak terlalu tinggi, 1000rpm misalnya, bisa protol tuh mesin. Selain untuk melumasi komponen yang bergerak dalam mesin, oli juga berperan untuk meredam panas dan ada beberapa jenis oli yang bahkan bisa membersihkan kerak pada mesin.

Nah, oleh karena itu, kita sebagai user yang sangat peduli terhadap kondisi kendaran, tidak boleh 'mencekoki' oli asal-asalan untuk kendaraan kita. Satu hal yang perlu kita perhatikan adalah tingkat kekentalan/viskositasnya. Pada motor sekarang, sebagian besar pabrikan seperti Honda dan Yamaha menyarankan untuk menggunakan oli dengan viskositas SAE 10w-40. 10w artinya derajat kekentalan saat mesin dalam kondisi dingin, sedangkan 40 mesin dalam keadaan panas (dalam artian sudah 'dipanasi'). Oli dengan viskositas SAE 10w-40 adalah oli yang cukup encer, sehingga cocok digunakan untuk motor jaman sekarang karena memiliki celah antar komponen yang sempit demi menghasilkan dimensi mesin yang kompak.

Belakangan ini banyak yang menggunakan oli mobil atau diesel untuk motor dengan berbagai alasan. Mulai dari karena darurat, ingin coba-coba, atau ingin long drain. Pada dasarnya, oli mobil dan motor memiliki fungsi utama yang sama, yaitu sama-sama berfungsi untuk melumasi setiap komponen yang bergerak dalam mesin.

Namun, menurut berbagai sumber yang pernah saya baca, oli mobil tidak aman untuk motor, karena sistem koplingnya berbeda. Mobil memiliki kopling yang terpisah dengan mesin (kopling kering) sedangkan motor koplingnya menyatu dengan mesin (kopling basah). Kecuali motor matic, oli mobil aman untuk motor matic karena sistem koplingnya terpisah. Di beberapa oli mobil terdapat zat pelicin yang bisa menyebabkan kopling motor selip bahkan hangus. 

Namun, jangan kawatir wahai orang sesattt..... karena tidak semua oli mobil bahaya untuk motor. Oli mobil/pcmo yang tidak aman untuk motor adalah oli yang berserfitikat JASO MB atau ILSAC GF-5, seperti Motul 8100 Eco Lite 0w-29, Total Evulotion FT 5w-40, Total Quartz 9000 Future 5w-30, dan masih banyak lagi. Sedangkan pelumas pcmo/hdeo yang aman untuk motor alias tidak ada sertifikat JASO MB atau ILSAC GF-5 yang paling sering digunakan oleh member Long Drain Interval Community on Facebook antara lain, Pertamina Fastron Techno Ijo, Pertamina Fastron Desel Merah, Pertamina Meditran SX/SC, Castrol Magnatec, dll

Oli mobil atau diesel mempunyai keunggulan tersendiri dibandingkan oli motor. Menurut sebagian besar member long drain community on Facebook, penggunaan oli motor bisa membuat tarikan dan oper gigi pada motor menjadi lebih enak, tapi boros di kampas kopling karena sering 'betot gas'. Penggunaan oli pcmo/hdeo dalam jangka panjang juga bisa membersihkan kerak mesin serta lebih ramah lingkungan karena bisa tahan hingga 5000km. 

Nah, oleh karena itu, jangan mudah termakan mitos bahwa oli mobil/desel bahaya untuk motor karena sistem koplingnya berbeda dan tingkatan rpmnya berbeda. Memang sih itu ada benarnya, tapi tidak semuanya benar. Lebih baik meriset dan membuktikannya sendiri daripada langsung menjudge. Itulah kebiasan sebagian masyarakat Indonesia.. hahaha :D 
Jadi, yang terpenting adalah UTAMAKAN KESELAMATAN LALU LINTAS!!!
First


EmoticonEmoticon