8 Fakta menarik tentang MotoGP yang mungkin belum kamu ketahui

MotoGP adalah salah satu gelaran balap kelas dunia yang paling bergengsi. Bagaimana tidak, ajang MotoGP sangat digemari ditanah air. Masyarakat Indonesia lebih banyak yang tau tentang keberadaan MotoGP daripada World Superbike (WSBK). Berakselerasi, overtaking, dan mempertaruhkan nyawa untuk mencapai garis finis pertama adalah keinginan setiap pembalap MotoGP terutama Jorge Lorenzo dengan Ducati Desmonya, Valentino Rossi dan Maverick Vinales dengan Yamaha M1 serta Marc Marques dan Dani Pedrosa dengan Honda RC213Vnya.

8 Fakta unik tentang motogp
Gambar dari akun twitter @MotoGP
Pada ajang MotoGP, pihak penyelenggara secara 'tidak langsung' menuntut setiap tim untuk menciptakan motor dengan teknologi terbaru mereka demi meraih kemenangan. Tidak heran mengapa MotoGP melahirkan berbagai fakta menarik. Yuk! Mari kita simak 8 fakta menarik tentang motoGP!

1. Detak jantung setiap pembalap bisa mencapai 190/menit

Rata-rata detak jantung orang dewasa normal sekitar 70/menit. Hal itu sangat berbeda dengan detak jantung yang dihasilkan oleh para pembalap pada saat race berlangsung. Jantung mereka bisa berdetak hingga 190/menit. Dokter asal Italia, Claudio Costa yang terjun didunia balap selama sekitar 30 tahun mengatakan bahwa Valentino Rossi mampu mengontrol detak jantungnya saat balap berlangsung. Valentino Rossi bisa mengontrol hingga 100/menit.

2. Berat motor motogp lebih dari 150kg

Anggapan bahwa berat prototype motoGP bisa mencapai 200kg adalah salah. Beratnya hanya dua kali pria dewasa normal. Dengan berat motor sekitar 160kg memang termasuk ringan untuk superbike 1000cc yang dibekali teknologi canggih. Seperti Yamaha YZR M1, motor ini memiliki tenaga lebih dari 240hp namun beratnya 'hanya' 157kg. Bandingkan dengan rata-rata superbike 1000cc dengan tenaga dibawah 220hp tapi beratnya sekitar 2 kuintal. Yamaha YZR M1 dan prototype lainnya memiliki power to weight ratio yang jauh lebih baik. 

Berbeda 1kg sangat mempengaruhi top speed dan akselerasi yang dihasilkan, apalagi ini adalah ajang balap kelas 1000cc. Meskipun bobot motor yang setara dengan motor 250cc pada umumnya, para pembalap dituntut untuk rutin ngegym supaya mampu mengendalikan motor dengan handal.

3. Rata-rata pembalap berada diluar negeri hampir 6 bulan setiap musim

Gelaran MotoGP setiap musimnya memang tidak genap 12 bulan. Biasanya dimulai pada bulan Maret dan berakhir pada bulan November. Hal itu membuat para pembalap nyaris tidak ada waktu istirahat dan berlibur bersama keluarga dinegara asalnya, karena sirkuit yang digunakan setiap musimnya tidak hanya berada di 1 negara saja.

4. Prototype motoGP menggunakan bahan bakar beroktan 100

Entah berapa rasio kompresinya hingga diwajibkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan 100. Jika dipaksa menggunakan oktan 98 atau setara Pertamax Turbo, hal itu sangat mempengaruhi kinerja mesin pada saat race berlangsung. Bahan bakar yang digunakan setiap tim berbeda-beda. Misalnya, Honda mempercayakan Repsol sebagai pemasok bahan bakarnya, sedangkan tim Ducati menyerahkan Shell.

5. Pembalap rata-rata melaju hingga 160km/h

Dengan tenaga sekitar 250 daya kuda ditambah dengan bobot yang ringan, prototype MotoGP lebih 'liar' daripada mobil. Para pembalap hanya membutuhkan kurang dari 3 detik untuk mencapai 100km/h. Jika pembalap terus berlatih, tidak menutup kemungkinan untuk mencapai top speed. Meskipun begitu, tenaga motor MotoGP masih kalah daripada Kawasaki H2R dengan SuperChargernya yang diklaim memiliki tenaga hingga 300 horse power. Namun, power bukan segalanya. Kawasaki H2R kalah jika diadu diatas aspal sirkuit dengan prototype MotoGP karena memiliki handling, braking, keamanan,dan kestabilan yang lebih baik daripada Kawasaki H2R.

6. Pembalap bisa menghasilkan hingga 2 liter keringat saat race berlangsung

Jika anda beranggapan bahwa olahraga balap motor tidak begitu melelahkan, itu salah kaprah. Para pembalap dituntut untuk mampu mengkombinasikan kerja fisik dan otak. Sehingga, cabang olahraga balap cukup menguras keringat. Apalagi jika race berlangsung dicuaca panas seperti Malaysia atau Jepang. Beban stress pembalap bisa meningkat drastis

Oleh karena itu, pembalap harus mempertahankan kondisi tubuhnya agar tetap nyaman. Kesalahan kecil bisa membuat respon tidak maksimal dan menyebabkan oleng. Oleh karena itu helm dirancang memiliki sistem ventilasi agar pembalap tetap nyaman dan tidak mudah kehilangan cairan tubuh. Pakaian yang digunakan juga didesain sedemikian rupa menyimpan botol minuman yang disambungkan ke helm agar bisa diminum saat balapan.

7. Menggunakan pakaian yang terbuat dari kulit kanguru

Pakaian balap harus mampu memberikan perlindungan maksimal agar pembalap tetap selamat saat terjatuh dikecepatan tinggi. Bayangkan jika semua pembalap hanya menggunakan safety gear seadanya. Bisa dipastikan saat ini tidak ada pembalap yang sehat wal afiat. Penggunaan kulit kanguru sebagai bahan utama pakaian balap karena memiliki memiliki ketahanan yang luar biasa, lebih ringan dan lebih fleksibel. 

Pakian tersebut didesain untuk melindungi dada, punggung, pinggul, tulang kering, siku, lutu, dan masih banyak lagi. Bahkan menurut smith, pakaian balap MotoGP lebih lengkap daripada pakaian yang digunakan oleh Batman.

8. Pembalap harus bisa menghapus trauma dalam waktu singkat

Rasa trauma yang lama yang muncul ketika sehabis crash dan cedera membuat pembalap tidak maksimal. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk menghapus perasaan tersebut supaya tetap berani dan lebih percaya diri sehingga bisa tampil maksimal saat race sedang berlangsung.


Sebenarnya masih ada lagi fakta MotoGP yang tidak sempat saya tuliskan karena terlalu banyak. Melihat statement diatas, tidak hanya balapan saja yang ekstra safety. berkendara harian juga harus mempertimbangkan unsur keselamatan, kelancaran, dan kemanan. Demi tercapainya hal tersebut, anda wajib mematuhi peraturan berkendara!



EmoticonEmoticon