Agar awet, rawat motor Matic tidak boleh sembarangan, ini tipsnya!

Bro sis sekalian.. selema beberapa tahun terakhir, motor matic adalah genre motor yang paling banyak peminatnya. Hal itu terbukti kita sering menjumpai motor yang sebenarnya dikhususkan untuk kaum hawa tersebut berseliweran di aspal Indonesia. Karena pengoperasian yang cukup mudah, ringan dan sangat fungsional, kaum adam mulai dari mas-mas sampai bapak-bapak yang berwibawapun sering menggunakan motor ini. Mulai dari untuk pergi sekolah, pergi kerja, liburan, sampai bonceng anak istri.


Cara merawat motor injeksi
Vario 125. Credit to hondacengkareng.com
Kehadiran motor matic injeksi yang terkenal akan keiritannya pun membuat motor matic semakin laris. Ya, era sepeda motor modern semuanya nyaris menggunakan sistem pengkabutan injeksi karena lebih irit bahan bakar. Hal itu juga terbukti saat sebuah pabrikan meluncurkan motor baru yang selalu nyari menggunakan sistem injeksi. Bahkan salah satu pabrikan roda dua menargetkan pada tahun 2014 seluruh motor karburator akan disuntik mati. Tidak boleh sembarangan, Inilah tips merawat motor matic injeksi agar tetap prima.

Meskipun sistem injeksi adalah teknologi modern yang membuat irit bahan bakar, sistem injeksi juga memiliki kekurangan, salah satunya adalah hal perawatan. Motor injeksi didukung dengan ECU (Electronic Control Unit) dan kelistrikan rumit lainnya. Kelistrikan tersebut berfungsi karena adanya Accu atau aki. Jika motor injeksi kehabisan aki, usaha anda melakukan kick stater atau bahkan mendorongnya sampai badan encok akan sia-sia. Kecuali jika motor Injeksi seperti Honda CB150R generasi pertama yang telah dibekali dengan bank capasitor. Komponen tersebut berfungsi untuk menyimpan listrik yang dihasilkan saat melakukan kick stater. Namun, jika tidak ada komponen tersebut seperti Yamaha Vixion, anda harus mendorong hingga menemukan bengkel untuk mengisi ulang daya aki atau menggantinya.

Oleh karena itulah motor matic injeksi memerlukan perhatian ekstra. Semakin modern motor, maka jadi semakin manja. Nah, buat kanjeng pembaca yang memiliki motor injeksi p terutama motor matik lakukanlah perawatan supaya injeksinya kondisi prima. Selain itu, performa tetap optimal dan harga jual tidak turun drastis. Kali ini otoholic mencoba memberikan tips merawat motor matik injeksi.

1. Pada pagi hari cuaca dingin dan mesin motor dingin, nyalakan motor matic anda dalam keadaan standar tengah. Biarkan selama kurang lebih 3 menit. Hal itu sangat dianjurkan dilakukan sebelum mengendarainya. Menyalakan mesin motor selama beberapa menit dilakukan supaya oli melumasi komponen mesin atau gardan dengan optimal. Selain itu, pembakaran motor matic injeksi anda lebih sempurna

2. Jangan lupa mengganti oli gardan/transmisi secara rutin setiap 5.000 km. Jangan lupa juga untuk mengganti oli mesin secara terartur setiap 1.500 km. Supaya oli bisa ganti lebih lama, ada baiknya anda menggunakan oli mobil yang baik untuk motor seperti Fastron Techno dan Castrol Magnatec series. Dengan demikian, performa motor tetap maksimal dan komponen v-belt lebih awet.

3. Meskipun rajin oli mesin dan oli gardan, anda harus selalu memeriksa kondisi v-belt atau komponen CVT dan roller secara teratur. Jika sudah waktunya, gantilah dengan yang original. Lakukan penggantian dibengkel resmi yang lebih terpercaya. Jangan gunakan barang kw karena ketahannya durabillitynya tidak teruji.

4. Periksalah daya aki secara rutin. Pada umumnya aki motor memiliki tegangan 12 volt arus 2 ampere. Jika saat anda mengecek daya aki dan terjadi penurunan daya, segeralah untuk mengisi ulang atau menggantinya dengan aki baru karena jika terlanjur habis, motor injeksi tidak akan bisa menyala bahkan menggunakan kick stater sampai dengkul kopong sekalipun. Jadi persiapkan tenaga anda untuk mendorong motor injeksi yang mogok ke bengkel. Jangan lupa untuk memeriksa keadaan busi agar kinerja motor tetap optimal.

5. Saat mengendarai motor matik injeksi, anda tidak dianjurkan menggebernya terlalu cepat atau melajukan dengan cara melepas selongsongan gas dengan cepat. Hal ini bisa berakibat memperpendek usia mesin motor matik injeksi anda. Selain itu, bahan bakar jadi boros. Ada baiknya saat mengendarai dan ingin berakselerasi, gas perlahan supaya injeksi tetap awet.

6. Motor matic pada umumnya hanya menggunakan single shock yang terletak disamping kiri. Jika terdengan berdecit, lakukan penggantian oli shock sesuai dengan anjuran buku panduan atau biasanya setiap 10.000 km.

7. Jangan sampai kehabisan bensin. Jika indikator bensin terlihat 'merah', segeralah isi tangki bensin. Jika motor injeksi dibiarkan kehabisan bensin, motor akan susah distater. Kehabisan bensin juga bisa merusak fuelpump yang harganya ratusan ribu. Kalau kosong kotoran pada tangki bbm akan mudah terserap dan akan mengurangi kinerja mesin.

8. Selalu periksa kebersihan filter udara. Filter udara yang kotor akan mengambat penyaringan udara menuju ruang bakar dan kotor pada filter udara berpotensi membuat injektor dan komponen lainnya kotor. Lakukan penggantian setiap 10.000 km. Komponen ini harganya kisaran 30rb - 50rb rupiah.

9. Terakhir, gunakan bahan bakar sesuai kompresi mesin. Pada umumnya, matic injeksi memiliki kompresi minimal 9,1 : 1 yang berarti dianjurkan untuk meenggunakan bahan bakar RON 90 atau Pertalite. Matic injeksi nyaris tidak ada yang memiliki kompresi 8 : 1. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai akan menimbulkan kerak pada mesin dan tenaga tidak tersalur secara optimal.

Baca juga : Penggunaan bahan bakar tidak boleh kelebihan dan kekurangan oktan. Ini alasannya

Dari 9 tips diatas, sebenarnya masih banyak lagi tips untuk merawat matic injeksi. 

Melihat teks diatas, ada banyak komponen yang harus dicek dan diganti. Agar tidak ribet, bawalah matic injeksi anda ke bengkel resmi untuk diservis setiap sekian km yang dianjurkan dalam buku panduan motor setiap pembelian. Mekanik biasanya akan mengecek komponen-komponen yang ada masa gantinya.

Selain itu juga, sebagian tips diatas bisa anda terapkan di motor batangan atau kopling dan motor matic yang masih menganut sistem pengkabutan karburator.


EmoticonEmoticon