Ini perbedaan oli mineral, semi sintetis, full sintetis, dan ester yang wajib diketahui

Bro and sis sekalian.. seperti yang pernah saya singgung pada postingan sebelumnya mengenai penggunaan oli mobil atau diesel untuk motor, dapat diketahui bahwa oli mempunyai peran yang sangat vital dalam kerja mesin. Dipostingan itu juga saya menjelaskan mengapa anda tidak boleh sembarangan menuangkan oli ke motor anda. Lihatlah viskositas atau derajat kekentalan, bahan, dan spesifikasi lainnya.


Perbedaan oli mineral, semi sintetik, full sintetis dan ester
gambar dari top1.co.id
Menurut bahannya, pelumas dibagi menjadi tiga yaitu, pelumas mineral, semi sintetik, full sintetik, dan ester. Keempat jenis oli tersebut memiliki perbedaan dari segi harga dan peruntukannya. Perbedaan antara oli mineral, semi sintetis, full sintetis, dan ester cukup signifigan. Mari kita bahas mulai dari yang paling murah.

1. Oli Mineral
Pelumas yang bahan utamanya adalah minyak bumi yang diolah melalui proses tertentu yang disempurnakan dengan ditambah zat-zat aditif, sehingga tetap layak dituang ke kendaraan bermotor. Karena bahannya terbuat dari mineral bumi dan kualitasnya tidak sebaik jenis oli lainnya sehingga ketahanan oli mineral tidak sebaik oli lainnya. Oleh karena itu, oli mineral memiliki harga yang sangat terjangkau. 

Untuk motor modern diperlukan oli yang cenderung encer karena biasanya jarak antar komponen semakin sempit guna mendapatkan dimensi yang ringkas, penggunaan oli mineral tidak dianjurkan meskipun viskositas sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Hal ini dikarenakan oli mineral mengandung sulfur dan impurities lain yang menyebabkan oli kurang stabil. Ujar Mardiani Indriastuti, Product Deputy Department Head PT Federal Karyatama, produsen Federal Oil.

2. Oli semi sintetis
Pelumas semi sintetis adalah pelumas yang bahannya merupakan perpaduan antara bahan mineral dan sintetis. Kedua bahan tersebut dicampur dengan perbandingan tertentu. Penambahan bahan sintetis dimaksudkan untuk menyempurnakan dan meningkatkan performa bahan mineral. Oli ini jenis biasanya memiliki range viskositas yang lebih lebar antara suhu rendah dan suhu tingginya, sehingga sangat cocok untuk motor modern atau yang berteknologi injeksi.

Oli semi sintetis memiliki kestabilan yang lebih daripada oli mineral sehingga memiliki tingkat penguapan yang lebih rendah dan mampu melumasi dan melapisi komponen mesin lebih baik serta dapat mencegah terjadinya gesekan berlebih antar komponen. Karena oli semi sintetis lebih tahan terhadap oksidasi, oli jenis ini memiliki ketahanan yang lebih baik daripada oli mineral. Selain itu, harganya lebih mahal daripada oli mineral namun lebih murah daripada oli full sintetis. Oiya, oli ini juga sangat mudah dijumpai. Contohnya adalah Castrol Power 1, Shell Advance, Pertamina Fastron series, dan masih banyak lagi. Oli-oli tersebut sangat cocok digunakan untuk harian.

3. Oli full sintetis
Lanjut ke oli full sintetis.Oli full sintetis terbuat dari bahan-bahan sintetis pilihan dengan ditambahkan zat aditif yang mampu mendongkrak performa oli. Oli full sintetis memiiki kestabilan yang lebih baik daripada oli mineral dan semi sintetis. Karena bahan sepenuhnya terbuat dari bahan sintetis, oli full sintetis lebih mahal daripada oli semi sintetis. Namun dibalik harga yang mahal, oli jenis ini bisa membuat tarikan menjadi lebih yahud dan responsif serta mesin lebih tahan lama. Penggunaan oli full sintetis juga bisa membuat suhu mesin tetap terjaga.

Seperti yang telah saya singgung, oli full sintetis memiliki harga yang mahal. Namun, ada juga pabrikanyang mengklaim produknya adalah oli full sintetis dengan harga 50 ribuan perliter. Federal Racing 10w-40 adalah salah satu contohnya.

4. Oli full sintetis ester
Oli dengan bahan ester sangat cocok untuk keperluan balap yang notabene sering bermain di rpm tinggi. Bahan ester memiliki tingkat keausan 0% sehingga membuat oli lebih tahan lama daripada oli full sintetis. Peningkatan performa juga didapatkan ketika menggunakan oli ester. Ester pada mesin berfungsi untuk melindungi komponen pada rpm tinggi. Semakin lama bahan ester bekerja, tenaga dan torsi yang dihasilkan bisa meningkat. Namun dibalik segala kelebihan tersebut, oli ester memiliki harga paling mahal daripada oli jenis lainnya.

Selain harga yang mahal, oli ini tidak cocok untuk harian. Perlu diketahui, jika bahan ester tersebut habis atau telah dipakai race, maka oli akan menggumpal sehingga perlu membongkar mesin untuk dibersihkan. Karena pada dasarnya oli racing hanya sekali pakai. Setelah race langsung ganti oli. Yamalube Racing adalah salah satu contoh oli full sintetis dengan bahan ester. O iya, yang saya maksud oli racing disini bukanlah oli yang ada embel-embel 'racing'nya seperti Enduro Racing & Federal Racing, melainkan oli yang mengandung bahan ester.

Kesimpulan

Dari keempat jenis oli tersebut, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jangan terlalu memaksakan untuk menggunakan oli full sintetis atau bahkan oli racing. Sesuaikan dengan penggunaan, tipe motor, dan budget. Kalau saya biasanya menggunakan oli semi sintetis Castrol Power 1 10w-40 untuk Honda CB150R generasi pertama. Untuk kedepannya, saya akan mencoba Pertamina Fasron Techno 10w-40 ( oli mobil ) karena banyak yang bilang bahwa PFT Ijo bisa tahan lama hingga 5 ribuan km dan saya ingin membuktikannya


EmoticonEmoticon