Motor matic tidak kuat ditanjakan? Ini penyebabnya

Berbicara mengenai motor matic... motor yang sebenarnya diciptakan untuk kaum hawa yang tidak ingin ribet. Ya, motor matic memiliki sistem transmisi otomatis yang sangat simpel, tinggal dan rem serta tidak bisa oper gigi. Oleh karena itulah, motor matic sangat cocok digunakan diperkotaan atau lalu lintas padat dengan stop and go yang tidak membutuhkan top speed, namun membutuhkan kemudahan, kenyamanan, dan kepraktisan.


Penyebab motor matic lemah ditanjakan

Namun dibalik semua keunggulan itu, tenaga dan akselerasi motor matic tidaklah sebaik motor bebek atau kopling manual jika kubikasinya sama. Oleh karena itu, jika digunakan ditanjakan, motor bebek atau motor kopling lebih mantap karena bisa oper ke gigi yang lebih rendah. Tidak seperti motor matic yang tidak dibekali transmisi gear. Efeknya, jika terasa 'ngeden' saat ditanjakan, motor matic tidak bisa oper ke gigi yang lebih rendah karena motor matic menggunakan transmisi CVT sebagai penyalur tenaga dari mesin ke roda belakang. Dan inilah penyebab motor matic loyo saat ditanjakan

Loyonya motor matic saat menggilas tanjakan sering kali dikeluhkan oleh pemilik motor matic berkubikasi 110 - 125cc seperti Honda Beat, Honda Scoopy, Yamaha Mio, Yamaha Mio Fino, dan lainnya. Permasalahan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan berakibat performa mesin untuk kedepannya dan mengganggu kenyamanan pengendara bahkan bisa membahayakan diri saat di tanjakan.

Berikut 2 penyebab loyonya motor matic saat berada ditanjakan menurut salah satu mekanik di bengkel resmi Yamaha di kota Malang, Jawa Timur.

Salah satu penyebab motor matic loyo saat di tanjakan terletak pada vacuum karburator yang berhubungan dengan manifold. Komponen ini berfungsi seperti kran bahan bakar yang bekerja secara otomatis mengikuti hisapan ruang bakar atau silinder untuk mengalirkan bahan bakar dari tanki ke karburator. Selang ini harus 100% kedap udara karena jika terjadi kebocoran sedikit saja akan berakibat hisapan yang terjadi tidak dapat bekerja dengan baik sehingga aliran bahan bakar juga pasti terhalang.

Jika vacumm karburator ternyata baik-baik saja, kemungkinan terbesar masalahnya terletak di komponen CVT (Continous Variable Transmission). CVT merupakan sistem transmisi pada motor atau mobil matic. Di dalam box CVT terdapat beberapa komponen vital seperti roller, mangkok ganda, kampas ganda, dan van-belt. Karena memiliki peran yang vital, jika salah satu dari beberapa komponen tersebut sudah layak ganti, maka akan berakibat performa mesin yang disalurkan ke roda belakang menjadi kurang optimal. Efeknya ya itu tadi.. motor terasa loyo saat ditanjakan. Jika ditotal, estimasi biaya untuk penggantian seluruh komponen tersebut sekitar 700 ribu termasuk biaya servisnya. Setiap bengkel memiliki harga yang berbeda.

Jika ternyata vacuum karburator dan komponen CVT baik-baik saja tapi tenaga tetap loyo, kemungkinan lainnya adalah penggunakan bahan bakar yang tidak sesuai kompresi mesin, busi atau spark plug yang layak ganti, penggunaan oli yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan, dan masih banyak lagi.

Jika semua partnya masih baru, masih kinyis-kinyis namun tetap tidak kuat nanjak, bisa dipastikan tenaga dan torsi mesinnya memang kecil atau tanjakan yang terlalu ekstrim :D hehe..

Maka dari itu, selalu rawatlah kendaraan anda dibengkel terpercaya sesuai dengan anjuran buku pedoman pemilik kendaraan dan untuk mendapatkan komponen yang original, sangat disarankan untuk menservisnya di bengkel resmi masing-masing merk. Selain mekaniknya telah teruji dan suku cadangnya lebih 'meyakinkan'. Peralatannya juga lebih lengkap bahkan terdapat alat untuk mendiagnosis 'kesehatan' motor.



EmoticonEmoticon